Fungsi DVAR dan DVARP dalam Pengolahan Database

Fungsi DVAR dan DVARP dalam pengolahan database mungkin terdengar asing bagi Anda pada Rumus Excel. tetapi, seperti halnya fungsi-fungsi lain pada Microsoft Excel, ada kalanya Anda perlu menggunakan kedua rumus tersebut dalam pengolahan data. Apabila Anda terbiasa dengan fungsi statistik, maka sekilas tak ada perbedaan dengan DVAR dan DVARP. Tetapi,  kegunaannya mengharuskan adanya syarat-syarat spesifik dimana penghitungan data disesuaikan dengan kriteria tertentu.

Fungsi DVAR dan DVARP  juga sering disebut dengan “D Function” atau “Fungsi D”. apabila Anda menggunakan Excel versi 4 ke bawah, Anda tentu sering mendengar istilah database. sedangkan pada versi 5 ke atas, istilah tersebut diganti dengan kata daftar. Prinsip kedua istilah ini pada dasarnya sama. Hanya saja, pada daftar telah dilengkapi dengan sistem query atau pencarian data lebih mudah dan otomatis menggunakan auto filter dan advanced filter.

Untuk lebih jelasnya, Anda dapat membaca keterangan di bawah ini:

  • Fungsi DVAR – berguna untuk mencari varian dari sekelompok data yang memenuhi kriteria.

Penulisan syntaxnya: =DVAR(database, field, criteria)

  • database: rentang sel yang membentuk database atau daftar. Database adalah susunan dari data terkait dimana setiap barisnya disebut rekaman dan setiap kolomnya disebut bidang. Baris pertama dari daftar berisi label untuk masing-masing kolom.
  • field: mengidikasikan kolom yang digunakan dalam fungsi tersebut. masukkan label kolom yang dituliskan di antara dua tanda kutip ganda, misalnya “Umur” atau “Hasil”, atau angka (tanpa tanda kutip) yang menyatakan posisi kolom di daftar: 1 untuk kolom pertama, 2 untuk kolom kedua dan seterusnya.
  • criteria: rentang sel berisi persyaratan yang Anda tentukan. Anda bisa menggunakan rentang untuk argumen kriteria, selama meliputi setidaknya satu label kolom dan setidaknya satu sel di bawah label kolom dimana Anda menentukan persyaratan tersebut.
    • Fungsi DVARP – untuk mencari varian dari populasi sekelompok data yang memenuhi kriteria tertentu.

Penulisan syntax: = DVARP(database, field, criteria)

Keterangan dari setiap elemen tersebut yang dimiliki oleh fungsi ini juga sama dengan yang telah tertulis pada fungsi DVAR.

Fungsi DVARP dalam pengelolaan Database

Fungsi database pada Microsoft Excel terdapat beberapa jenis. Semuanya memudahkan Anda dalam menangani jumlah database yang sangat besar. Fungsi-fungsi tersebut meliputi beragam operasi dasar seperti menambahkan, membuat rata-rata, dan menghitung. Ada pula penggunaan kriteria argumen pada rekaman tertentu dari database yaitu fungsi DVAR dn DVARP.

Pengolahan database membutuhkan ketelitian agar tidak terjadi kesalahan input dan output data. Cara paling mudah untuk melakukan pekerjaan tersebut yaitu dengan memanfaatkan salah satu aplikasi program Microsoft, yaitu Excel. Aplikasi ini telah dilengkapi banyak rumus untuk menjalankan beragam fungsi. Umumnya, Anda hanya perlu mengikuti petunjuk yang tersedia pada aplikasi tersebut.

Namun, penggunaan fungsi sangat berpengaruh pada hasil akhir yang diperoleh. Maka, pastikan Anda memilih fungsi yang tepat untuk suatu operasi. Pelajari lebih lanjut mengenai beragam fungsi D, termasuk DVAR dan DVARP. Keduanya hampir mirip, tetapi memiliki tujuan yang berbeda. DVAR hanya fokus pada pencarian varian untuk sebuah sampel. Sedangkan, DVARP digunakan untuk mencari varian untuk populasi. Apabila Anda kesulitan memahaminya, cara paling efektif untuk mengetahui penggunaan kedua fungsi tersebut adalah melalui studi kasus atau pengamatan contoh. Anda dapat menyusun data sendiri terlebih dahulu untuk kemudian dioperasikan fungsi yang sesuai. Atau, cukup modifikasi contoh di atas dan praktekkan cara penggunaannya sampai Anda benar-benar menguasainya. baca juga Fungsi DGET untuk mengekstrak nilai tunggal semoga berguna bagi kita

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *