Fungsi SLN Dan Penggunaannya Pada Excel

Fungsi SLN Dan Penggunaannya Pada Excel – Microsoft excel merupakan sebuah aplikasi lembar kerja miliki Microsoft, aplikasi ini tidka senidiran karena ada aplikasi lainnya yang ada satu paket dengannya, seperti Micorsoft Word, Microsoft Powerpoint, dan lain-lain.

Biasanya untuk Microsoft Excel ini banyak digunakan untuk orang kantoran mamasukkan data karyawan, maupun data jual beli sebuah barang. Dengan adanya Microsoft Excel maka semua pekerjaan pun menjadi sangat mudah, apalagi untuk permasalahan hitung menghitung, Microsoft Excel merupakan software paling tepat untuk digunakan.

Microsoft Excel memiliki banyak sekali formula atau rumusan-rumusan biasa digunakan untuk melakukan hitungan, dan disetiap formual tersebut memiliki fungsi masing-masing sesuai kebutuhan anda nantinya.

Jika sebelumnya kita sudah membahas tentang formula SYD, maka kini saatnya kita membahas fungsi slelanjutnya yakni SLN (Straight Line Depreciation). Fungsi SLN adalah sebuah fungsi yang berguna untuk meliha penyusutan sepanjang tahun dan juga sepanjang periode depresiasi.

Maka dari itu kehadiran dari fungsi SLN ini bisa menghasilkan sebuah nilai penyusutan pada suatu aset seseorang secara garis lurus dalam satu periode. Untuk penulisan rumusnya berbeda dengan SYD, yakni:

=SLN(Cost Salvage, Life)

Pengertiannya adalah :

Cost : adalah harga beli aset yang nantinya akan disusutkan nilainya

Salvage : adalah hasil akhir atau nilai akhir dari penyusutan

Life : adalah jumlah periode selama aset tersebut disusutkan nilainya nanti, bisa juga dinamakan sebagai ‘usia pakai sebuah aset’

Untuk mengetahui cara penggunaan fungsi SLN, anda bisa menyimaknya dibawah ini :

  • sebelum kita mulai menghitung dengan menggunakan fungsi SLN silahkan anda membuat tabel terlebih dahulu seperti gambar berikut ini

Fungsi SLN

  • Pada bagian sel C3 silahkan anda isikan harga pembelian aset awal yang akan kita hitung nanti nilai depresiasinya, untuk nilai aset bisa anda menggunakan angka bebas seuai keinginan anda
  • Lalu pada bagian sel C4, anda masukan banyaknya periode depresiasi yang akan kita hitung nantinya.
  • Lalu untuk sel C5 anda bisa mengisinya sebagi nilai akhir,  anda bebas menentukan nilainya setelah selesai melakukan periode depresiasi
  • Selanjutnya untuk sel C7, disini kita akan mulai menghitung untuk nilai aset setelah dilakukan depresiasi hingga tahun ke -5, untuk menghitungnya anda bisa memanfaatkan rumus berikut ini :

=SLN($C$3,$C$5,$C$4)

  • Jika sudah silahkan tekan enter.

Kolom pertama kita sudah selesai, kini saatnya kita membuat kolom selanjutnya untuk melakukan Depresiasi :

  • Silahkan anda membuat sebuah kolom mulai dari sel A9:A17 seperti gambar dibawah ini

Rumus SLN

  • Untuk sel A9 kita gunakan untuk mengisi periode depresiasi,untuk lebih jelasnya anda bisa menyimak gambar diatas
  • Jika sudah selesai, silahkan anda blok sel A10:A17 dan isikan angka 1 hingga 8, ingat ya untuk pengisian tabel ini hanya numerik saja,  tidak perlu diberikan tulisan seperti ‘tahun 1, tahun 2 …’
  • Lalu pada bagian sel B10 silahkan anda isi nilai awal aset seperti di gambar pertama, yakni isi kolom C3.
  • Jika sudah, silahkan anda blok B11:B17 dan silahkan masukan rumus berikut ini =B10-C10 dan tekan Ctrl+enter
  • Selanjutnya, untuk sel C10:C17 silahkan anda blok, dan masukan rumusan berikut ini :

=SLN($C$3,$C$5,$C$4)

  • Lalu tekan ctrl+enter
  • Lalu anda blok pada bagian D10:D17, silahkan anda masukkan rumus =B10-C10 dan silahkan tekan enter.
  • Selesai.

Perbedaan antara fungsi SYD dan dan SLN ini adalah, jika fungsi SYD nilai depresiasinya menurun setiap tahunya, smentara fungsi SLN nilai depresiasinya masih tetap sama dari awal hingga akhir.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *