Cara Menghitung Jadwal Angsuran dengan Menggunakan Excel

Cara Menghitung Jadwal Angsuran dengan Menggunakan Excel – Proses menghitung jadwal angsuran sering dilakukan oleh beberapa perusahaan, baik di bidang finance maupun di bidang perbankan. Salah satu fungsinya untuk mengetahui jumlah angsuran yang harus dibayarkan nasabah atas pinjaman yang diajukan. Besarnya angsuran yang harus dibayarkan nasabah selama waktu tertentu. Dimana angkanya ditentukan oleh besarnya pinjaman, jumlah suku bunga per tahun, dan jangka waktu pinjaman.

Untuk memudahkan dalam penghitungan jadwal angsuran, disarankan memakai Ms Excel. Berikut ini kami sajikan simulasi perhitungan jadwal angsuran dengan menggunakan Excel. Dengan pemisalan angka seperti berikut ini:

Besar pinjaman : Rp 100.000.000,00

Bunga / tahun   : 10%

Jangka waktu pinjaman : 36 bulan (3 tahun)

Dari data ini akan dicari jumlah angsuran yang wajib dibayar, baik berupa angsuran pokok, angsuran bunga, dan jadwal angsuran hingga lunas.

 

Untuk mengetahui besarnya angsuran setiap bulannya pada Cell F7, gunakan formula seperti dibawah ini

=ABS(PMT(F5/12;F6;F4))

Formula di atas akan membagi jumlah suku bunga yang terdapat pada Cell F4 menjadi per bulan. Hasilnya dianggap positif semua (absolute) yaitu dengan mengabaikan nilai negatif. Dari simulasi di atas diketahui besarnya angsuran setiap bulannya tetap.

Kemudian untuk mengetahui besarnya pokok pinjaman nasabah, dapat menggunakan formula di bawah ini:

=ABS(PPMT($F$5/12;A11;$F$6;$F$4))

Adapun fungsi PPMT digunakan untuk mengetahui pokok pinjaman (principal payment), sedangkan tanda $ di dalam alamat cell berguna untuk mengabsolutkan cell. Dengan demikian formula di atas mudah di copy untuk pengisian kolom di bawahnya. Nilai pokok pinjaman ini ditentukan oleh banyaknya suku bunga, besarnya pinjaman, dan lamanya mengangsur.

Setelah mengetahui besarnya pokok pinjaman, langkah selanjutnya adalah mengisi kolom bunga pada cell E11. Yaitu dengan memasukkan formula seperti ini :

=ABS(IPMT($F$5/12;A11;$F$6;$F$4))

Adapun fungsi IPMT berguna untuk menghitung besar angsuran bunga atau interest payment. Sedangkan tanda $ dalam alamat cell berguna untuk mengabsolutkan cell. Dengan demikian mudah untuk di copy ke cell berikutnya.

Jika besar pinjaman pokok dan besar angsuran bunga sudah diketahui, maka langkah selanjutnya dalam menghitung jadwal angsuran adalah menghitung besarnya angsuran yang wajib dibayar oleh nasabah. Yaitu dengan mengjumlahkan besar pokok pinjaman dengan besar bunga.

Adapun formula yang bisa diisikan pada cell C11 adalah =ABS(D11+E11).

Dari perhitungan simulasi di atas besarnya angsuran setiap bulan mulai dari awal setoran hingga akhir bulan adalah tetap. Adapun yang nilainya berubah adalah jumlah pokok pinjaman dan bunga. Di ketahui kedua cell tersebut nilainya berubah- ubah. Untuk kolom besarnya bunga nilainya semakin menurun mendekati akhir masa pelunasan.

Langkah selanjutnya untuk mengisi sisa pinjaman mulai dari angsuran pertama, dapat digunakan formula berikut ini :

=F10-D11

Yaitu dengan mengurangi besarnya pinjaman dengan masa angsuran. Perhitungan menunjukkan nilai sisa pinjaman Rp 0 rupiah saat terakhir masa angsuran.

Simulasi menghitung jadwal angsuran seperti di atas dapat berubah- ubah. Adapun suku bunga yang dipatok mempengaruhi nilai angsuran. Semakin besar suku bunga, semakin besar pula nilai angsurannya. Sebaliknya semakin kecil suku bunga, maka nilai angsuran akan semakin kecil pula.

Tabel di atas dapat dikreasikan sedemikian rupa hingga menarik. Misalnya dengan memberikan warna yang berbeda pada setiap cellnya. Dari semulasi di atas jika seseorang mengambil pinjaman sebesar Rp 100.000.000 dan diangsur selama 3tahun maka setiap bulan, orang tersebut dikenai kewajiban menyetor angsuran sebesar Rp3.226.719.

Demikian simulasi menghitung jadwal angsuran yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat.